Return to site

ICSA dan Olahkarsa Gelar Green Economic Outlook 2026 untuk Menguatkan Ketahanan Ekonomi Nasional melalui Integrasi ESG

· events

Section image

Senin, 5 Januri 2026 - Indonesia Corporate Secretary Association (ICSA) berkolaborasi dengan Olahkarsa sukses menggelar "Green Economic Outlook 2026" pada Kamis, (11/12/25) di JS Luwansa, Jakarta. Acara ini sebagai forum strategis yang mempertemukan regulator, ekonom dan pelaku industri untuk membahas arah ekonomi hijau Indonesia serta penguatan ketahanan ekonomi melalui integrasi Environmental, Social, and Governance (ESG) dengan mengangkat tema “Strengthening Economic Resilience through ESG Integration”.

Green Economic Outlook 2026 didukung sejumlah korporasi besar yang memiliki komitmen kuat terhadap agenda keberlanjutan, antara lain PT Astra International Tbk, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, PT Pertamina (Persero), PT Bank Mandiri
(Persero) Tbk, PT Golden Energy Mines Tbk, serta mitra korporasi lainnya.

Acara ini dihadiri lebih dari 150 peserta dari berbagai perusahaan dan praktisi
keberlanjutan (sustainability), serta menghadirkan 15 pembicara lintas sektor, termasuk Deputi Bidang Pengendalian Perubahan Iklim dan Tata Kelola Nilai Ekonomi Karbon Kementerian Lingkungan Hidup Ary Sudijanto, Kepala Divisi Peraturan dan Layanan Perusahaan Tercatat Bursa Efek Indonesia (BEI) Teuku Fahmi Arianda. Forum dibuka oleh Ketua Umum ICSA Katharine Grace dan Co-Founder & CEO Olahkarsa Unggul Ananta, yang menegaskan pentingnya integrasi keberlanjutan sebagai strategi kunci dalam menghadapi dinamika ekonomi global.

Seluruh rangkaian sesi dalam Green Economic Outlook 2026 dirancang untuk mengulas penguatan ketahananekonomi nasional melalui integrasi ESG secara komprehensif, dimulai dari Keynote Session yang menghadirkan otoritas kunci seperti Kementerian Lingkungan Hidup, OJK, dan Bursa Efek Indonesia untuk membahas arah kebijakan, regulasi, serta tata kelola nilai lingkungan ke depan. Dilanjutkan dengan Thematic Session 1 “Strengthening National Economic Resilience through Fiscal, Monetary and Market Perspectives” yang mengupas bagaimana sinergi kebijakan
fiskal, moneter, dan dinamika pasar mendukung transisi menuju ekonomi hijau.

Tidak hanya sampai situ, forum dilanjutkan dengan Thematic Session 2 “Advancing Sustainability Integration in Business to Strengthen Market Competitiveness” berfokus pada praktik integrasi keberlanjutan di tingkat korporasi guna meningkatkan daya saing pasar dan menarik investasi berkelanjutan, sementara Special Session Humanizing ESG: Inspiring Behavioral Change to Strengthen Economic Resilience” menyoroti pentingnya perubahan perilaku dan dimensi kemanusiaan dalam implementasi ESG. Rangkaian ditutup dengan Thematic Session 3 “Governance Excellence asthe Foundation for Sustainable Corporate Performance” yang menegaskan bahwa tata kelola yang unggul merupakan fondasi utama kinerja korporasi yang berkelanjutan dan tangguh terhadap berbagai risiko ekonomi di masa depan.

Melalui kehadiran para regulator, pelaku industri, dan akademisi, Green Economic
Outlook 2026 diharapkan menjadi momentum strategis untuk mempercepat
transformasi ekonomi Indonesia menuju arah yang lebih hijau, tangguh, dan
berdaya saing global.

Section image